Pages

Selasa, 13 Mei 2014

IMAN, AKHLAK, PROFESIONALITAS DAN SUKSES


Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. QS Al Hujuraat 11.

Ayat ini  menginspirasi saya.  Setiap orang harus berpikir positif  agar tumbuh karakter sukses dalam dirinya . Di dalam ayat  dikemukakan dampaknya bagi manusia.
Pertama, perintah  untuk menjauhi buruk sangka yang lebih banyak mendominasi hati dan pikiran manusis ! Kenapa? Sebab, dengan  tumbuhnya buruk sangka   akan mempunyai worst  bargaining position bagi rasa optimis. Orang lain enggan berhubungan dengan sosok yang bawaannya selalu curiga . Sulit dibangun relasi  dan tidak punya motivasi untuk melakukan perbaikan keadaan. Mereka pasti memilih menjauhi orang yang buruk sangka dan lebih memilih orang optimis yang bisa diajak bekerja sama menuju puncak kesuksesan dan kebahagiaan.


Alasan berikutnya, buruk sangka adalah sebagian dari dosa. Karyawan pesimis  merasa tidak punya masa depan dan merasa dirinya adalah satu satutunya yang paling menderita dan biasanya kecurigaan dipendam sendiri lengkap dengan kegelisahannya ,jarang berani terang trang terangan terhadap pihak yang dicurigainya. Yang menemukan rekan atau lingkungan yang mendukung  akan keluar dari kecemasannya , sedangkan yang mempertahankan kecurigaannya hanya akan terjebak dalam “lingkaran kematian” yang diciptakannya sendiri. Oleh karena itu, kalau mau keluar dari kesulitan , sebuah pribadi  harus berani keluar dari kecurigaan yang dibuatnya sendiri.

Kedua, janganlah mencari cari keburukan orang dan menggunjing satu sama lain  , pada dasarnya jika seseorang hanya mencari cari keburukan orang lain akan banyak waktu yang terbuang sehingga sampai lupa untuk melihat potensi positif yang bisa dikembangkan untuk meraih sukses dan kebahagiaan. Maka larangan untuk mencari keburukan orang merupakan sebuah petunjuk  bahwa membuang waktu dengan percuma hanya menghasilkan kesia siaan, padahal bisa efektif jika digunakan untuk kreatif dan produktif,   dengan kepekaan melihat potensi yang  bisa dikembangkan  dari dalam diri sendiri akan berdampak pada keberhasilan hidup dan daya saing yang bisa diandalkan serta akan membangkitkan competitive excellence diri sendiri. Oleh karena itu  agar terbangun pribadi yang bisa diandalkan  dalam implementasi keimanan, inilah beberapa langkah yang harus dikembangkan:
.
Pertama adalah commitment terhadap Iman . Komitmen dimulai dari keyakinan dalam hati,diucapkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perilaku. Jadi iman bukan sekedar slogan ,  Itu benar! Banyak orang yang merasa beriman namun sama sekali tidak tercermin dalam kehidupan pribadinya serta menciptakan rasa aman bagi lingkungannya.

Nah, orang seperti itu tidak punyasama dengan mengingkari keimanannya . Ya nggak pernah tenang  dengan dirinya dan mana bisa membuat tenang orang lain ? Karena itu, supaya bisa menciptakan keteradlan diri (excellent), harus ada redefinisi paradigma tentang keimanan dulu.
http://www.youtube.com/watch?v=dNEvslSXlgE

 Kedua adalah akhlak . setiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk sukses selama dirinya bisa diterima orang lain dan lingkungannya,maka perhatikanlah cara berdaptasi dengan lingkungan. Sebagai bekal untuk iterima ,bertahan dan sukses. Elemen kedua itu perlu. Sebab, tidak ada gunanya Anda punya paradigma merasa menjadi orang beriman , tapi tidak punya ahlak alias mendatangkan persaoalan bagi orang lain . Diingatkan, tiap-tiap orang sebenarnya diberi Allah, kemampuan untuk saling mengenal satu sama lain dan bekerjasama menuju kebaikan dan kesuksesan. Carilah dan kembangkan!

Karena peradaban terus berkembang, ability akhlak  pun harus dikembangkan terus. Kalau tidak, anda akan semakin ditinggalkan dan akhirnya tidak bisa dianlkan dan menjadi andalan . Jadi, akhlak sifat menetap  serta  dinamis dalam  pergaulan .

Ketiga,berlomba lomba dalam kebaikan . Artinya? Keterandalan   bukan cuma sesaat . Allah pasti sudah memberikan petunjuk kebaikan pada anda. Maksimalkan potensi  yang ada itu supaya tercapai hasil yang optimal. We must set the bar and continually raise it from time to time yang dikenal orang jepang sebagai kaizen. Sabda nabi orang yang merugi adalah orang yang hari ini amalannya sama saja atau lebih buruk dari kemarin. Artinya jika orang beriman mau melakukan yang terbaik dari yang dia bisa saat ini maka akan tercipta Negara dengan penuh kebaikan dan keberkahan.


Hanya orang beriman yang professional dan hanya orang beriman yang sukses dunia akhirat…..Amin  

0 komentar:

Posting Komentar